Portal Berita Pencerah Bangsa

Ustadz Fauzan Kamal Al Buguri Motivasi Nasabah PNM Lewat Keampuhan Do’a

TANGERANG – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal dengan PNM melalui Unit Usaha Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), melatih sekitar 1.250 emak-emak Nasabah Mekaar di lima Area Wilayah Kerja Regional Tangerang yang tersebar di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Ads post single
Pelatihan kepada emak-emak yang merupakan nasabah perusahaan plat merah di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan 1442 H yang mengambil tema spiritual dan ringan guna meneguhkan hati dan menggapai ridda Illahi.
Pada sesi pemaparan pentingnya Do’a dalam Usaha, Ustadz Fauzan Kamal Al Buguri itu mengungkapkan bahwa do’a adalah senjatanya orang Islam. Semua perbuatan dan apalagi pekerjaan dalam rangka berikhtiar untuk mendapatkan rizki.

 

Ustadz Fauzan yang juga Imam Besar masjid Baitul Izzah Arafah Islamic Village itu menukil salah satu ayat Al-Qur’an bahwa setiap do’a yang dipanjatkan pasti dikabulkan oleh Allah SWT. “Semua do’a pasti dikabulkan dan kita semua harus yakin. Karena itu janji Allah. Sedang Allah tidak pernah ingkar janji” ujarnya, Kamis (6/5/2021).

 

Lebih lanjut Ustadz asal Bogor itu memaparkan apa saja yang harus dilakukan dan dipersiapkan sebelum berdoa, syarat terkabulnya do’a, waktu paling mustajab ketika berdo’a dan juga adab atau etika berdo’a.

 

Pemaparan materi yang mendapat antusias luar biasa dari ibu-ibu Mekaar sekalipun melalui media sosial Whatss App itu berlangsung hampir 2 jam karena terpotong waktu sholat Dzuhur dan Jum’atan berlangsung hikmad dan terarah.

 

Ratih Kania Dewi selaku Kepala Regional Mekaar Tangerang dalam sambutannya mengungkapkan diadakannya pelatihan deviasi usaha yang diselenggarakan menggunakan media sosial online Whats App dari rumah masing-masing nasabah dimaksudkan untuk memberikan alternatif usaha maupun sebagai upaya menambah varian produk bagi Nasabah Mekaar agar  bisa memenuhi kebutuhan primernya sekaligus berhemat dan memperoleh tambahan pendapatan.

 

Disarankannya agar tetap bisa bertahan dengan menerapkan kebijakan uang ketat di rumah tangga masing-masing dalam menghadapi kondisi saat ini dimana dampak wabah Covid-19 masih terasa. Hal ini guna menjaga daya tahan  ekonomi masyarakat pada umumnya dan kesejahteraan keluarga nasabah pada khususnya.

 

“Dampak Covid-19 tidak hanya dialami oleh kalangan strata ekonomi rendah, menengah bahkan kelas orang kaya. Ibu-ibu harus pandai-pandai mengatur keuangan keluarga dan berbelanja hanya hal-hal sifatnya sangat perlu dan mengesampingkan hal-hal yang tidak terlalu penting,” ujar ibu 3 anak itu.

 

Lebih lanjut diungkapkan Ratih, PNM Mekaar yang di Tangerang telah berjalan sekitar 5 tahun sejak  2016 telah berhasil meningkatkan taraf hidup ribuan Keluarga pra sejahtera. Ditambahkannya pelatihan kali ini merupakan pelatihan pertama dengan Grading Sistem Merah 1 di Tahun 2021.

 

Lebih lanjut Ratih mengharapkan kepada Ibu-Ibu Nasabah Mekaar yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan agar mempraktekan ilmu yang telah diperolehnya, “Kita tidak sembarangan melakukan pelatihan nantinya percuma kalau kita adakan pelatihan tapi tidak di tindak lanjuti oleh mereka,”ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Muslim PIC Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Cabang Tangerang yang mengutip dari sambutan Kadiv PKU, mengungkapkan bahwa yang membedakan antara PNM dengan lembaga keuangan lain adalah dengan adanya Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

 

Program ini di antaranya pelatihan yang dilakukan kepada Kelompok Mekaar di Wilayah Tangerang 7.”PNM selain memberikan modal financial juga memberikan modal intlektual dan modal sosial. Pemberian modal intlektual diberikan dalam bentuk pelatihan maupun motivasi usaha. Biasanya pelatihan sekaligus sebagai ajang pemberian modal sosial, yakni nasabah disarankan agar tukar pengalaman dan saling bersinergi dengan nasabah lain,” ujarnya.

 

 

img 20210428 wa0007
Ustadz Fauzan Kamal Al Buguri memberikan motivasi kepada para nasabah PNM yang berada di Tangerang raya.(ist)

 

Program lain adalah sinergy antara Nasabah Mekaar dengan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), yakni Unit Usaha dari PNM dengan plafond pinjaman antara Rp 50 juta hingga Rp 300 juta. Polanya kerjasama timbal balik saling menguntungkan yakni seperti yang terjadi di wilayah Serang, nasabah UlaMM menampung hasil kerajinan Ibu-ibu Mekaar untuk dijual ke pasar yang lebih luas atau sebaliknya Ibu-Ibu Mekaar menjadi pengecer atau reseller Nasabah UlaMM.

 

Kata Muslim, PKU dimaksudkan untuk menjaga loyalitas nasabah disamping sebagai sarana menambah nasabah baru melalui pola getok tular antar nasabah dengan yang belum menjadi nasabah.

 

 “Dengan pelatihan semacam ini diharapkan nasabah PNM lebih mandiri mengembangkan usaha mereka untuk jadi lebih maju dan bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga kita karena membantu perekonomian keluarga,”tutupnya.(rls)

 

Berikan komentar untuk berita ini

Your email address will not be published.